Kamis, 10 September 2015

Morte & Nisbi - Dua Komik Horor Dari EKYU

Selamat sore menjelang malam Jumat!
Semoga kabar baik semuanya.
Pada kesempatan kali ini, saya kembali akan membahas komik horor lokal.

Pendahuluan

Seingat saya, saya sudah menggemari komik sejak saya duduk di bangku SD... atau mungkin malah lebih lama lagi. Saya ingat membaca serial komik di majalah Bobo, seperti Oki & Nirmala, Pak Janggut, serta Bona & Roro. Selain itu, di rumah tetangga depan rumah ada koleksi komik-komik besar dari barat, seperti Smurf, Asterix & Obelisk, Lucky Luke, Tin Tin, dll; dan saya menghabiskan banyak waktu membaca komik-komik itu. Sedangkan perkenalan pertama dengan komik-komik Jepang adalah dengan serial balet, yakni Mari-Chan dan Karina, kemudian Doraemon.

Nah, bagaimana dengan komik lokal atau komik Indonesia? Yah, saya ingat pernah membaca komik Megaloman, kalau tidak salah. Dan komik-komik setipe itu yang saya tidak ingat judulnya, karena saya tidak suka :p Baru beberapa tahun belakangan ini saya menemukan gaya-gaya ilustrasi komik lokal yang sesuai selera saya. Beberapa ilustrator/komikus yang saya suka adalah Archie the Red Cat, Azisa Noor, Sweta Kartika, dan Ekyu. Yang akan saya bahas adalah dua komik karya Ekyu, berjudul Morte dan Nisbi.

Ekyu adalah circle-komik asal Bandung, berisi empat orang pencinta manga karena hobi, dan didirikan pada 1 Juli 1998. Anggota yang masih aktif dalam bidang komik dan ilustrasi novel adalah Egaku dan Oni.

Gaya ilustrasi mereka sedikit mengingatkan saya akan CLAMP, kelompok komikus asal Jepang.

Sampul depan Morte dan Nisbi

Morte

goodreads | bukukita | temanbuku


Mudah melihat alasan utama saya menyukai buku ini--gambar sampul depannya kucing hitam! Mwahaha. Bukan sesuatu yang aneh bahwa kucing hitam selalu disangkutpautkan dengan hal-hal mistis. Omong-omong, kucing hitam ini namanya Paraffin.
Di anak tangga pertama, ada setangkai mawar kering...
Di anak tangga kedua, ada boneka beruang yang kehilangan kepalanya...
Di anak tangga ketiga ada ceceran darah...
Di anak tangga keempat, ada sepotong tangan yang menggenggam surat cinta...
Teruslah naik sampai ke puncaknya,
maka kamu akan menemukan sesuatu yang menakutkan.
Dua bersaudari Oriel dan Eris dititipkan di rumah paman dan bibinya. Ketika orang tua Oriel dan Eris berencana untuk cerai, mereka memperebutkan hak asuh Oriel dan sama-sama tidak mau mengurus Eris. Oriel yang manis sangat menyayangi Eris, walaupun sang kakak membencinya.

Kiri: Eris, Oriel, dan Reed
Kanan: Julia dan Joshua Leister
Sumber: ekyu.deviantart.com

Di dekat rumah sang paman dan bibi, ada sebuah rumah kosong nan angker... namanya Rumah Leister. Konon, seluruh keluarga Leister tewas di rumah itu, dan arwah mereka (beserta arwah-arwah penasaran lainnya) terus menghantui hingga sekarang. Sejauh pertama kali lewat di depan Rumah Leister, Oriel merasakan sesuatu yang aneh. Dia bilang kalau "rumahnya menangis."

Suatu ketika, Oriel dan Eris bertengkar... dan Oriel yang dilanda kesedihan, menyepi di teras Rumah Leister. Tiba-tiba pintu depan rumah terbuka sendiri...

Lalu?
Baca sendiri lanjutannya ya! :))

Joshua, Julia, dan Paraffin
Sumber: ekyu.deviantart.com

Walaupun agak bikin saya pusing, saya suka sekali dengan cerita Morte. Tokoh favorit saya adalah Julia Leister. Kisahnya sangat mengenaskan. Dia memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal gaib, baik itu yang berasal dari masa lampau maupun dari masa depan. Dia juga bisa melihat bahwa ayahnya seorang pembunuh berantai...

Sayangnya, Julia menggambar semua yang dia lihat di dinding dan lantai menggunakan arang. Tentu saja kemudian sang ayah melihatnya, dan menghabisi gadis kecil yang tak bersalah ini T__T

Nisbi

goodreads | bukukita | temanbuku


Nisbi pernah muncul versi singkatnya, yang gambar sampulnya lebih saya suka. Memang tidak didominasi warna hitam yang identik dengan horor, tapi ilustrasinya tetap dapat membuat merinding, ketika kita menyadari ada yang aneh pada bayangan di cermin.


Nisbi versi singkat.
Oke. Ceritanya, seorang gadis bernama Mia menulis artikel-artikel tentang serangkaian pembunuhan di blog koran kampus. Kemudian seseorang bernama Viral (bukan nama asli) berkomentar bahwa kasus-kasus pembunuhan itu berkaitan, dan mendorong Mia untuk menyelidiki lebih lanjut. Awalnya Mia tidak menghiraukannya, tapi Viral terus merongrong... hingga berkata bahwa dia akan membuktikannya dengan kematiannya sendiri.


Cerita Nisbi lebih ke thriller dibandingkan horor... sosok hantunya cuma sebagai pemanis :) Padahal saya penasaran sekali dengan sosok Nyi Herang yang selalu muncul di setiap lokasi pembunuhan... dan hantu anak kecil yang menyertainya. Penjelasan misterinya ditumpuk di akhir cerita, jadi agak sebal bacanya. Tapi secara keseluruhan ya oke lah... lumayan seru.

Simpulan

Setelah membaca Morte dan Nisbi, saya menemukan persamaan dalam kedua komik horor ini: ide ceritanya bagus, tetapi eksekusinya kurang. Mungkin karena jumlah halaman yang terbatas. Terutama dalam Nisbi, ada teks-teks panjang (penjelasan) yang bikin capek bacanya. Kalau dibandingkan jalan ceritanya, saya lebih suka Morte, karena lebih kelam.

Simpulannya... terkadang manusia lebih mengerikan daripada hantu. Waspadalah... Waspadalah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar